Jawa Barat

Primadona Baru di Sumedang, Sepasang Tahu Resin dan Kujang Karya Warga Binaan Jadi Incaran Pejabat Hingga Wisatawan

Sumedang, (SindikasiIndonesia.id) — Sebuah kejutan datang dari balik tembok Lapas Kelas IIB Sumedang. Sepasang Tahu Resin dan Kujang mini karya warga binaan kini mendadak menjadi primadona baru di Kabupaten Sumedang. Tidak hanya masyarakat umum yang terpikat, tetapi juga para pejabat, stakeholder, hingga wisatawan yang datang berkunjung. Banyak yang dibuat penasaran: bagaimana karya yang lahir dari ruang pembinaan bisa sedemikian kuat menarik perhatian publik?

Fenomena ini berawal dari inovasi pembinaan kemandirian yang terus digencarkan Lapas Sumedang. Melalui kreativitas, ketelitian, dan pelatihan keterampilan seni, warga binaan berhasil melahirkan dua ikon baru suvenir Sumedang yang memadukan identitas budaya dan estetika modern. Tahu Resin yang terinspirasi dari kuliner legendaris Sumedang dipadukan dengan Kujang sepasang, miniatur simbol kehormatan dan keberanian budaya Sunda. Kedua karya ini dirancang sebagai satu paket suvenir yang elegan, artistik, serta sarat nilai filosofi dan budaya.

Kalapas Kelas IIB Sumedang, Ratri Handoyo Eko Saputro, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang tepat mampu menghasilkan karya bernilai tinggi.

“Kami bangga karya warga binaan tidak hanya dipandang sebagai suvenir, tetapi sebagai simbol kreativitas, perubahan, dan harapan. Tahu Resin dan Kujang sepasang ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sejak pertama kali diperkenalkan, permintaan terhadap suvenir ini terus meningkat. Bahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bersama sejumlah dinas telah memesan Tahu Resin dan Kujang sepasang sebagai cinderamata resmi untuk tamu undangan, kegiatan pemerintahan, serta ajang promosi daerah. Pemesanan dari Pemda semakin memperkuat posisi karya ini sebagai suvenir unggulan yang mewakili identitas dan kebanggaan daerah.

Tak hanya instansi pemerintah, berbagai lembaga, mitra kerja, hingga wisatawan pun turut berebut mendapatkan karya tersebut. Desain yang unik, kualitas pengerjaan yang rapi, dan nilai simbolis yang kuat menjadikannya buruan banyak pihak.

Antusiasme publik mendorong Lapas Sumedang untuk menghadirkan inovasi lanjutan, memperkaya variasi desain, serta meningkatkan kapasitas produksi. Harapannya, Tahu Resin dan Kujang sepasang tidak hanya dikenal sebagai suvenir khas, tetapi juga sebagai ikon keberhasilan pembinaan yang humanis, produktif, dan berdampak.

Melalui karya yang kini semakin dikenal luas, Lapas Sumedang kembali membuktikan bahwa pembinaan yang tepat dapat membuka jalan bagi warga binaan untuk berkarya, berdaya, dan memberi kontribusi positif bagi daerah. Dari balik jeruji, lahir karya yang mengharumkan nama Sumedang—bahkan berpotensi menjadi simbol baru kreativitas pemasyarakatan di Jawa Barat.

Related Articles

Back to top button