Pantai Baro Dikepung Sampah Kiriman, Forkopimda Cirebon Bergerak Bersihkan Muara

CIREBON – Penumpukan ribuan kubik sampah kiriman di muara Pantai Baro, Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, menjadi potret serius persoalan lingkungan di wilayah pesisir. Kondisi tersebut mendorong unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon bersama pemerintah daerah dan masyarakat turun langsung melakukan aksi pembersihan, Selasa (10/2/2026).
Sampah yang mengendap selama bertahun-tahun itu didominasi limbah rumah tangga dan plastik yang terbawa aliran sungai saat musim hujan dan banjir. Besarnya volume sampah membuat proses pembersihan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga beberapa pekan dengan dukungan alat berat.
Komandan Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Nizar Bachtiar, mengatakan aksi bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari implementasi instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh daerah menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi mewujudkan Indonesia yang asri.
“Kami bersama Bupati, Forkopimda, pemerintah daerah, dan masyarakat bergotong royong menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Ini bukan sekadar kegiatan hari ini, tapi komitmen bersama,” ujarnya.
Menurut Nizar, persoalan sampah, khususnya plastik, telah menjadi tantangan serius yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi salah satu faktor utama penumpukan limbah di kawasan pesisir. “Kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan agar persoalan ini tidak terus berulang,” tegasnya.
Sekitar 300 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan tersebut, melibatkan TNI, Polri, Kejaksaan, pelajar, serta masyarakat setempat. Hingga siang hari, pembersihan telah menjangkau sekitar dua kilometer garis pantai dengan dukungan lima armada truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon.
“Kegiatan ini jelas tidak selesai dalam satu hari. Namun dengan semangat kebersamaan, kami optimistis Pantai Baro dapat kembali bersih dan tertata,” tambah Nizar.
Sementara itu, Bupati Cirebon H. Imron menegaskan bahwa gerakan bersih pantai tersebut merupakan tindak lanjut dari gerakan nasional yang digagas Presiden, sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini dipelopori TNI, Polri, Kejaksaan, Forkopimcam, para kuwu, serta pelajar. Kami mengajak masyarakat untuk mulai disiplin membuang sampah pada tempatnya,” ujar Imron.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya dengan aksi pembersihan, tetapi harus dibarengi perubahan perilaku dan sistem pengelolaan yang memadai.
Bupati menjelaskan, sebagian besar sampah di Pantai Baro berasal dari kebiasaan warga membuang sampah ke sungai. Ketika banjir datang, sampah tersebut terbawa arus dan mengendap di muara serta bibir pantai. Kondisi ini diperkirakan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan menyeluruh.
“Kami mendorong para kuwu dan tokoh masyarakat untuk aktif membina warga, sekaligus memastikan tersedianya fasilitas pengelolaan sampah di setiap desa sebagai langkah pencegahan,” tegasnya.
Penumpukan sampah di Pantai Baro menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan pesisir bukan hanya soal kebersihan visual, tetapi juga menyangkut kelestarian ekosistem laut, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan sektor perikanan. Sampah plastik yang mencemari laut berpotensi merusak biota dan masuk ke rantai makanan manusia.
Aksi bersih-bersih yang melibatkan ratusan personel ini menjadi langkah awal yang patut diapresiasi. Namun tanpa perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat, pantai berisiko kembali menjadi muara sampah kiriman setiap musim hujan. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal gerakan bersama yang konsisten, demi mewujudkan Kabupaten Cirebon yang benar-benar bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni. (Yudi/SININDO)




