Nasional

Produk Warga Binaan Rutan Klungkung Dibeli Delegasi Jepang di Stand Pameran Ajang WCPP

Nusa Dua, (SindikasiIndonesia.id) — Karya warga binaan Rumah Tahanan Negara Klungkung berhasil menembus panggung internasional melalui partisipasi dalam ajang World Congress on Probation and Parole yang digelar pada 14–17 April di The Westin Resort Nusa Dua.

Forum bergengsi ini diikuti oleh delegasi dari 44 negara di Dunia, menjadikannya salah satu pertemuan pemasyarakatan paling berpengaruh di tingkat global.

Lebih dari sekadar konferensi internasional, forum ini menjadi etalase dunia bagi inovasi sistem pemasyarakatan modern, termasuk pameran karya kreatif warga binaan dari berbagai negara.

Dalam kesempatan tersebut, Rutan Klungkung menampilkan lukisan khas Kamasan serta berbagai produk kreatif lainnya yang berhasil menarik perhatian delegasi internasional.

Kehadiran karya tersebut menegaskan bahwa pembinaan di Indonesia tidak hanya berfokus pada rehabilitasi, tetapi juga mampu melahirkan produk bernilai budaya tinggi yang siap bersaing di pasar global.

Kepala Rutan (Karutan) Klungkung, Alviantino Riski Satrio, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi.

“Produk hasil warga binaan ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki daya saing di pasar internasional. Ini merupakan hasil pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan,” jelas Karutan Kelas IIB Klungkung Alviantino Riski Satrio, Jumat 17 April 2026.

Karutan menambahkan, produk hasil warga binaan yang berhasil dibeli, diantaranya yakni sebuah lukisan dengan harga 700 Ribu oleh delegasi WCPP dari negara Jepang.

“Produk kedua yang dibeli yakni berupa Tas motif bunga dari lipatan koran, yang dibeli oleh salah satu Kepala Bapas di Indonesia seharga 200 ribu,” papar Karutan Klungkung yang akrab disapa Tino ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, menegaskan bahwa partisipasi dalam forum internasional ini mencerminkan transformasi pemasyarakatan Indonesia menuju standar global.

“Produk warga binaan bukan hanya simbol kreativitas, tetapi juga representasi keberhasilan reintegrasi sosial serta kontribusi nyata dalam ekonomi kreatif dunia,” jelasnya.

Dengan keterlibatan 37 negara dalam forum ini, Rutan Klungkung bersama jajaran pemasyarakatan Bali memperkuat langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat diplomasi pemasyarakatan, serta membawa karya warga binaan Indonesia ke panggung dunia secara berkelanjutan.***

Related Articles

Back to top button